My pure imagination..

FF Someone Like You (Part 1)

Posted on: 1 Mei 2012

Author : Luciana Christin N. @Christincn

Main Cast :
• Han Rae Byung
• Kim Kibum(Key SHINee)

Genre : Romance

Length : Chaptered

Background Song : Superjunior – Andante
(Lagu ini memang yang feelnya kerasa banget. Lagunya patut diputer berulang-ulang sambil baca fanficnya. Hehe)

Note : Annyeong! This is my first fanfic.. Maaf sebelumnya kalau masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Storyline dari ff ini murni dari pemikiran kerja kerasku. Hehe,hope you’ll be like this story. Happy Reading!^^

Apa mungkin semua ini sudah ditakdirkan?
Rasa ini.. Apakah kau dapat mengetahuinya?

###
_ Prolog _

Perempuan itu termenung sendirian, dilingkupi kesunyian yang ada yang hanya dapat menambah sakit dan rapuhnya hati itu.. Belaian angin dan daun-daun yang berguguran di taman itu seakan menemaninya.. Ia berbisik pada kesunyian, apakah waktu dapat berputar kembali memanggil dia dalam rengkuhannya. Tawanya seakan ikut menguap dengan kepergiannya, yang hanya dapat menyisakan kepedihan. Memori yang selalu ia coba lupakan.. ketika semuanya berawal.

Rae Byung POV

“ Kim Ki Bum…“

Nama itu tiiba – tiba terlintas di benakku, ketika melihat sosoknya yang tegap dan berperawakan tinggi itu, saat melihatnya tengah bermain basket bersama teman – temannya.

Sedari tadi aku terus mengamatinya dari ruangan musik ini, yang dapat terlihat jelas melalui kaca besar yang menghadap langsung ke arah lapangan.

Dapat kulihat melalui sudut mataku, namja itu sedang menggiring dan memasukkan bola ke dalam ring basket.

Dia adalah teman semasa kecilku. Dulu kami sangatlah dekat sampai kami pernah berjanji akan terus bersama selamanya.

Ya, memang janji masa kecil semacam itu sekarang terdengar konyol. Ketika kita beranjak dewasa, hal – hal kecil yang berarti seperti itu kadang dianggap sangat kekanakan.
Hhhh, bogoshippoyo, desahanku diikuti dengan tarikan nafas panjang.

Kupejamkan mataku. Kuingat ketika dia melindungiku dari anak – anak yang sering mengejekku saat masa kanak – kanak dulu.

Dia yang selalu berusaha menjagaku disaat aku kedinginan dan sendirian. Sekarang, aku merasa sangat kehilangan sosoknya, yang dulu menyenangkan itu juga dengan pribadinya yang hangat.

Entah kenapa, sekarang seperti ada jarak yang memisahkan kita berdua. Jadinya kami menjadi sangat asing satu sama lain.

Aku tersenyum miris ketika mengingat kenyataan itu.
Mataku terasa panas, tak terasa buliran cairan bening keluar melalui sudut mataku.

Kenapa menyukaimu terasa sangat menyesakkan, mengingat aku hanya dapat menyimpannya rapat – rapat dalam hati. Aish,aku benci pada diriku sendiri.

Perlahan kulangkahkan kakiku menuju sudut ruangan, di mana di situ terdapat sebuah grand piano putih yang terlihat elegan.

Kududukan badanku di kursi yang berwarna senada itu. Mencoba merefleksikan semua kesedihanku, dengan alunan melodi yang selalu dapat menghanyutkan kepedihan yang kurasakan.

###

Author POV

Di luar matahari sudah bersinar terik, menerbitkan cahayanya. Gadis berambut lurus sebahu itu masih tertidur nyenyak dengan masih bergulung dengan selimut tebal ranjangnya. Hmm, ia masih sibuk berselancar dalam dunia bawah sadarnya.

Kriingggg… Kriingggg…

“ Mmm,, berisik sekali sih. ”
Dalam keadaan setengah sadar, matanya menyipit ke arah jarum jam sambil berusaha mematikan alarm yang berisik itu.

Samar-samar terlihat olehnya jam yang menunjukan pk 07.00, sejurus kemudian ia tersentak dan langsung tersadar akan sesuatu.

“ Jam 07.00. Omo, aku akan terlambat. “ sontak akhirnya membuat raebyung bangun dari tempat tidurnya.
Sambil berjalan agak timpang, ia bergegas keluar kamar, menyambar handuknya lalu masuk ke kamar mandi.

Sibuk mengancingkan seragamnya, dasi yang digigit sambil memakai kaus kaki dan menyisir sekaligus dalam waktu 3 menit, lalu memasang sepatunya dengan cepat dan berlari menuju meja makan.

Setelah menghabiskan rotinya dengan sekali lahap dan meminum susunya dengan cepat. Ia menyempatkan untuk menyapa umma dan appanya.

“ Selamat pagi.. appa, umma. Aku berangkat dulu, annyeong ! “

“ Pagi.. Ne, hati-hati di jalan. ” Sahut mereka bersamaan.

~

“ Hosh.. Hosh.. untung saja, hah. Aku bisa sampai tepat waktu. Aigoo, lelah sekali. “ Raebyung dapat bernafas lega sekarang. Ia berhasil sampai di kelasnya dengan selamat, syukurlah.

Beruntung tadi ia tidak tertangkap oleh guru piket yang terkenal sangat galak di sekolahnya. Fiuh.

Beruntungnya juga tadi begitu sampai di tempat pemberhentian, sebuah bus berhenti tepat di depannya. Dewi fortuna memang sedang berpiihak padanya, sehingga keadaan raebyung sekarang benar-benar tertolong.

###

Rae Byung POV

Oh, annyeong haseyo! Joneun Han Rae byung imnida, bangapseumida 
Sekarang aku sudah memasuki tahun ketiga di Chunseok High School Seoul.

Awalnya aku memang tidak mempunyai banyak teman, karena aku bukan orang yang bisa langsung merasa nyaman dengan orang-orang yang baru kukenal. Tapi bukan berarti aku antisosial, hanya saja aku lebih suka menyendiri.

Hei, tapi aku juga mempunyai sahabat, mereka adalah Jieun dan luna. Haha, bisa dibayangkan, tanpa mereka hidupku pasti akan membosankan. Hmm, baru saja aku membicarakannya, mereka sudah muncul di hadapanku.

“ Aigoo. Hei, kau habis darimana? Lari marathonkah?! Haha, lihat, kau seperti habis mandi keringat begitu. “ ucap Luna ketika aku baru saja duduk di kursiku.

Jieun hanya menanggapinya dengan anggukan setuju. Tatapan mereka bertanya-tanya dengan apa yang sudah kulakukan ketika melihat keadaanku sekarang. Belum sempat aku menjawabnya, Jieun sudah melontarkan pertanyaan lain.

“ Raebyung-ah, kenapa kau bisa-bisanya terlambat ?! “

“ Cck. Kalian cerewet sekali. Masalah itu nanti akan kujelaskan pada kalian. Ehm.. tunggu, memangnya ada apa ? “ sahutku menanggapi.

“ Kau tidak tahu ? “

“ Memangnya kenapa dengan hari ini ? Hei, ayolah Luna-ya jangan membuatku penasaran, kalian cepat beritahu aku. “

“ Ne. Menurut gosip yang beredar, mulai hari ini Kim Kibum dan Choi Minho akan masuk ke kelas anak berbakat. “

“Mwo ?“ Kedua mataku sontak terbelalak kaget saat Luna memberitahukannya. Jadi, aku akan sekelas dengan Key ?

Aish, shireo. Apa yang akan aku lakukan nanti ketika aku bertemu dengannya, eotteokhe?!

Oke. Sebisa mungkin aku harus menghindarinya. Berpura-pura seperti tidak mengenalnya.

“ Omo.. Itu mereka. “ Ucapan Jieun itu seketika langsung membuyarkan lamunanku, kutolehkan kepalaku ke arahnya yang baru saja memasuki kelas. Apakah mereka memang memiliki pesona yang yang luar biasa seperti itu ?

Eh? Apa yang kupikirkan tadi? Ku gelengkan kepalaku untuk cepat sadar dari pemikiranku yang aneh tadi.

Seiring dengan langkah mereka, terdengar decakan kagum bahkan ada yang sampai histeris ketika melihat mereka. Oh ya ampun, kupikir itu berlebihan. Dengan malas kukeluarkan tugas-tugasku yang belum sempat kuselesaikan, tanpa menghiraukan lagi kehadiran mereka. Pasti sebentar lagi pelajaran akan dimulai. Tak kuhiraukan juga, Jieun dan Luna yang pasti sekarang mereka berdua sedang bergosip ria. Ckckck.

Esok harinya…

“ Selamat pagi semua. Ne, kita bertemu lagi di kelas musik kali ini. Perhatikan, sebelum kita memulai pelajaran seonsaengnim ingin menyampaikan pengumuman penting yang harus kalian ketahui. “ ucap Wang Fei seonsaengnim sambil tersenyum ramah pada kami saat akan memulai pelajaran.

“ Tugas akhir kalian untuk pelajaran musik adalah menyanyikan sebuah lagu berbahasa inggris. Kalian akan menyanyikannya dengan pasangan kalian masing-masing. “
“ Untuk pasangannya, aku sudah memangsangnya di setiap upright. “ lanjut seonsaengnim , guru musik yang genap berusia 25 tahun itu.

Refleks, aku langsung mencarinya. Mataku langsung tertuju pada bagian kanan atas upright yang sudah tertempel kertas di situ.

Mwoya?! Apa aku tidak salah lihat? Kuperjelas lagi penglihatanku dengan menyipitkan kedua maraku.

Rae Byung, Han
Ki Bum, Kim

Ya! Ige mworago ? Wae gurae ?! Aish, aku benar-benar tidak terima.
Kenapa pasanganku harus DIA ?? Menyebalkan.

Dari jarak yang cukup dekat, hanya dibatasi 2 orang di sebelah kiriku, aku dapat melihatnya, yang masih menatap ke arah kertas-nama-pasangan itu.
Tiba-tiba terlukis seulas senyum di wajahnya. Hei, kenapa dia menyeringai seperti itu? pikirku bingung sambil menaikkan sebelah alisku.

Ketika ia merasakan ada yang memperhatikannya, detik berikutnya, pada saat itu kedua tatapan kami bertemu. Kurasakan kami bertatapan intens seakan-akan ingin memahami tatapan masing-masing.. Aku masih mencoba mengerti apa arti senyum itu.

T B C

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

The Author

WELCOME TO MY WORLD : SM & YG Family

%d blogger menyukai ini: